Keanggunan yang Menipu

April 4, 2007

menipu 

Seperti mataku, mulutku terbelalak. Seperti mulutku, mataku ternganga. Menjelajah. Menangkap-nangkap. Bundar mata itu, merah bibir itu, baris alis itu, rona pipi itu. Entah milik siapa. Aku tak mengenal namanya, apalagi jati dirinya. Desir anginlah yang bergembira, dapat mengurai pendar kilau rambutnya, bisa menyingkap helai kain di betisnya, bisa menyelinap di sela-sela antara dagu dan sembulan montok di dadanya. Bertiup dan bertiup lagi. Begitu pula  cahaya emas dari ufuk barat yang terkoyak ranting pohon angsana. Dapat mengelus kulitnya, singgah di kedalaman telaga bening mripatnya. Terpantul ke belalak mataku.

Baca entri selengkapnya »


BADUTISASI

Februari 12, 2007

Hanya lantaran sekian lama terperangah oleh pesatnya minat para netter untuk terjun ke rimba maya dan mungkin karena bosan untuk terus-terusan menjadi penonton, maka dari bumi tercinta Indonesia tapi sudah carut marut ini, sayapun terpancing untuk ikut antri berjejal di tengah kerumunan masyarakat maya yang datang dari berbagai negara.

Di tengah keramaian masyarakat maya (cyber community) yang luas tak bertepi bagai masyarakat padang Mahsyar di hari kiamat nanti, menampilkan blogsite pribadi adalah satu pekerjaan yang nyaris tanpa beban. Sebagai blogsite pribadi apalagi dengan domain gratis, visi atau pun misi bukanlah satu tantangan berat dalam menampilkan sebuah situs. Alih-alih mau menampilkan visi, dari bannernya saja sudah ketahuan kalau blog yang tampil bak jamur di musim hujan ini hanya sekedar untuk (tanpa malu-malu) ‘aktualisasi diri’ alias ‘bergenit ria’ atau bahkan ‘pembadutan’ umum di dunia maya. Memang membadut di muka umum rasanya tidak etis, walaupun mereka yang duduk manis di Gedung Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat sejatinya adalah para badut dan preman, toh perbadutan mereka dikemas dan di racik dengan cermat seolah-oleh mereka tidak sedang berbadut ria. Walau demikian, asumsi ini bukan berarti menampik beban secara total, sebab agar blog ini tidak sepi dan ompong sama sekali, maka saya yang berkencan dengan komputer baru sejak 1998 ini sedikit terbebani oleh sebentuk keharusan untuk menyajikan data-data yang lebih dari sekedar urusan profil pribadi. Apa itu?

Jawabannya mungkin menarik yaitu, sekelumit pengalaman dan kesanku berkenalan dengan pribadi-pribadi badut yang duduk manis di DPR [Dewan Pemakan Rakyat] dan MPR [Majelis Penikam Rakyat] di Negeriku sendiri Indonesia alias Nusantara.
Anda mungkin tahu, mereka yang duduk manis sambil ngisep cerutu di tahta sakral itu bukan hanya sekedar badut akan tetapi lebih dari itu, mereka adalah preman-preman dan drakula penghisap darah yang lebih mementingkan perut pribadi ketimbang perut rakyat.

Indonesia adalah satu negeri yang konon tempat lahirnya sebuah peradaban di dunia, tetapi juga tempat lahir dan besarnya para pendekar penghisap darah dan hati rakyat yang mengukir prestasi besar di rimba kebejatan, kemesuman dan kebinalan. Dan Indonesia bukanlah harga NOL. Atas dasar ini, agaknya tidak berlebihan jika Indonesia yang kini berlebel sebagai Negerinya para KORUPTOR, PREMAN BERDASI, GALI BER-IGAL, ini layak diteropong, diamati dan diobati walaupun dengan sekedar ‘obrolan ringan’ dalam menu ‘ Coretan’ dan ‘ Serba Serbi’.

Kecuali itu, ada pula menu Wisata yang berisikan gambar kesejatian Holocoust. Sedangkan menu Artikel adalah catatan yang mencoba menghidangkan secercah pencerahan pemikiran spiritual yang saya sadur dari beberapa buku.

Selebihnya, sebagian besar adalah menu-menu dan icon berkaitan dengan pribadi sebagaimana yang lazim diterakan dalam personal site dalam mengajak kenalan para netter sekaligus tanpa malu-malu aktualiasi diri. Dalam hal ini, silahkan singgah di Tentang Kami. Dalam menu Link, anda yang ingin mengetahui aktivitas organisasi pelajar Indonesia di kota Qum, Republik Islam Iran, silahkan tekan Islam Alternatif.

Semoga berkenan di hati Anda.