Kehidupan dalam Keranda

keranda

Ribuan burung gagak menyalak menutup awan

Tandai kehidupan telah menjadi keranda

Mayat-mayat hidup bergentayangan

Mencari mangsa dan menjadi mangsa

 

Modernitas adalah liat lahatnya

Sains dan teknologi adalah kerandanya

Di tengah belantara onak ‘kebudayaan massa ‘

Sejak paruh kedua milennium sejarah manusia

 

Ketika ia mulai menfirman sucikan matematika

Menongkatkan panca indera

Merambukan garis, rumus, dan angka-angka

Menggeleparkan ruhnya ke dalam botol-botol kaca

Kemudian menuhankan onggokan tubuhnya

Kemudian mendrakulakan Tuhan-nya

 

Maka sekaratlah ia

Maka matilah ia

Maka bangkailah ia

 

Terkoyak gelegar teori evolusi

Tercincang gemuruh industri

 

Hai…….!

Mengapa tak kau tutup hidungmu

Mengapa tak kau semburkan ludahmu

Sudah bangkaihkah kamu

Bukankah ada bau busuk mengganggu;

 

Materialisme

Kolonialisme

Kapitalisme

Globalisme

Hedonisme

Konsumerisme

Dan…….

Aduhaisme?

 

Ribuan burung gagak menyalak

Tandai alam raya telah jadi cermin retak

 

Sukma terlihat nafsu belaka

Akal terlihat rongsokan tanpa makna

 

Banyak-sedikit, besar-kecil, untung-rugi

Dirajut sebagai norma insani

 

Benar-salah, indah-jelek, baik-keji

Digembok dalam peti mati

 

Maka persaingan adalah niscaya

 

Yang lemah dikalahkan yang perkasa

Yang kurcaci diinjak yang raksasa

Yang kelinci diisap yang drakula

Dalam keranda….

HIDUP MANUSIA !!!!

Iklan

3 Responses to Kehidupan dalam Keranda

  1. dhitos berkata:

    karena bukan seniman ya bingunglah aku apa maksudnya….hidup itu = mati atau yng mati=hidup lagi, jadi sebenarnya hidup dan mati itu sebenarnya sama saja ya…??

  2. aktual berkata:

    Hmmm… dimaknai sendiri deh.. enaknya apa gitu , lah wong saya sendiri bukan seniman je. puisi ini saya inspirasikan dari artikel panjang berjudul ‘Kematian Manusia: Sebuah Karikatur’ karya guru saya, Musa Kazhim Habsyi, yang dimuat di Jurnal Alhuda, Jakarta.

  3. kurtubi berkata:

    hahah Aduhaisme… ??? hmm sama juga dengan molokisme, sengitisme, nafsuisme dan ndablegisme hehehe loh kok aku jadi niru² ketularan…

    Duuh ada kengerian dari bacaan ini. Orang yang dlaper hidupnya, siap² di terkam srigala dan drakula dalam keranda… mampus dua kali tiga empat lima dst….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: