BADUTISASI

Hanya lantaran sekian lama terperangah oleh pesatnya minat para netter untuk terjun ke rimba maya dan mungkin karena bosan untuk terus-terusan menjadi penonton, maka dari bumi tercinta Indonesia tapi sudah carut marut ini, sayapun terpancing untuk ikut antri berjejal di tengah kerumunan masyarakat maya yang datang dari berbagai negara.

Di tengah keramaian masyarakat maya (cyber community) yang luas tak bertepi bagai masyarakat padang Mahsyar di hari kiamat nanti, menampilkan blogsite pribadi adalah satu pekerjaan yang nyaris tanpa beban. Sebagai blogsite pribadi apalagi dengan domain gratis, visi atau pun misi bukanlah satu tantangan berat dalam menampilkan sebuah situs. Alih-alih mau menampilkan visi, dari bannernya saja sudah ketahuan kalau blog yang tampil bak jamur di musim hujan ini hanya sekedar untuk (tanpa malu-malu) ‘aktualisasi diri’ alias ‘bergenit ria’ atau bahkan ‘pembadutan’ umum di dunia maya. Memang membadut di muka umum rasanya tidak etis, walaupun mereka yang duduk manis di Gedung Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat sejatinya adalah para badut dan preman, toh perbadutan mereka dikemas dan di racik dengan cermat seolah-oleh mereka tidak sedang berbadut ria. Walau demikian, asumsi ini bukan berarti menampik beban secara total, sebab agar blog ini tidak sepi dan ompong sama sekali, maka saya yang berkencan dengan komputer baru sejak 1998 ini sedikit terbebani oleh sebentuk keharusan untuk menyajikan data-data yang lebih dari sekedar urusan profil pribadi. Apa itu?

Jawabannya mungkin menarik yaitu, sekelumit pengalaman dan kesanku berkenalan dengan pribadi-pribadi badut yang duduk manis di DPR [Dewan Pemakan Rakyat] dan MPR [Majelis Penikam Rakyat] di Negeriku sendiri Indonesia alias Nusantara.
Anda mungkin tahu, mereka yang duduk manis sambil ngisep cerutu di tahta sakral itu bukan hanya sekedar badut akan tetapi lebih dari itu, mereka adalah preman-preman dan drakula penghisap darah yang lebih mementingkan perut pribadi ketimbang perut rakyat.

Indonesia adalah satu negeri yang konon tempat lahirnya sebuah peradaban di dunia, tetapi juga tempat lahir dan besarnya para pendekar penghisap darah dan hati rakyat yang mengukir prestasi besar di rimba kebejatan, kemesuman dan kebinalan. Dan Indonesia bukanlah harga NOL. Atas dasar ini, agaknya tidak berlebihan jika Indonesia yang kini berlebel sebagai Negerinya para KORUPTOR, PREMAN BERDASI, GALI BER-IGAL, ini layak diteropong, diamati dan diobati walaupun dengan sekedar ‘obrolan ringan’ dalam menu ‘ Coretan’ dan ‘ Serba Serbi’.

Kecuali itu, ada pula menu Wisata yang berisikan gambar kesejatian Holocoust. Sedangkan menu Artikel adalah catatan yang mencoba menghidangkan secercah pencerahan pemikiran spiritual yang saya sadur dari beberapa buku.

Selebihnya, sebagian besar adalah menu-menu dan icon berkaitan dengan pribadi sebagaimana yang lazim diterakan dalam personal site dalam mengajak kenalan para netter sekaligus tanpa malu-malu aktualiasi diri. Dalam hal ini, silahkan singgah di Tentang Kami. Dalam menu Link, anda yang ingin mengetahui aktivitas organisasi pelajar Indonesia di kota Qum, Republik Islam Iran, silahkan tekan Islam Alternatif.

Semoga berkenan di hati Anda.

Iklan

7 Responses to BADUTISASI

  1. dhitos berkata:

    baru tahu tho,.. ini kan negara dagelan. lihat aja di TV semua kan serba guyonan..

  2. Aktual berkata:

    Heheh.. iya neh.
    emang semunya dagelan bro.. pusing-pusing…!!
    Gini bro… satu kelemahan bangsa kita menurut saya adalah kurangnya jiwa nasionalisme dan militansi. karena rasa nasionalisme tidak tumbuh maka, yang ada adalah kurang cinta terhadapa tanah air.

  3. ressay berkata:

    lam kenal dari saya.

  4. Luthfi berkata:

    Horeyyyyyyyy
    apa ini republik mimpi

  5. aktual berkata:

    # ressay. Salam kenal juga kang.
    # Luthfi. Republik Preman bro….

    Makasih dah kunjungi daku.. hehehhe
    Salam kenal semua

  6. salafyindonesia berkata:

    Opo cak…?! Sesama badut dilarang saling mendahului donk…!!! Cuman rajanya badut itu yang harus segera ditangkep biar gak membaduti dan membadutkan orang lain!!!!!!!

  7. Ahmad Dzikir berkata:

    hehehe..emang membadut di tengah trotoar adalah satu pemandangan yang sangat tidak sedap meskipun bapak bapak terhormat kita sering dan bahkan tlah menjadi budaya dan tanpa malu malu lagi atas nama rakyat membadut di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Bagi bapak bapak terhormat itu, rasa malu memang seharusnya sudah tidak ada lagi, sebab di sekeliling mereka semuanya adalah para badut. Sementara masyarakat penonton masih sangat suka dengan badutan. Akan tetapi ada perbadaan mencolok antara membadut di Gedung terhormat itu dengan membadut di tengah keramaian masyarakat maya. Sebab yang satu ini relatif masih bisa menyembunyikan “Kesintingan diri”. Kalau toh ditertawakan yang tertawapun tak nampak didepan mata sang badut. Apalagi yang ngakak itu ternyata juga tak kalah norak dan badutnya. he he he…

    peace…. peace… sesama badut kok… hhehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: