<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Inilah Indonesia</title>
	<atom:link href="http://aktual.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aktual.wordpress.com</link>
	<description>Surga Bagi Preman Berdasi</description>
	<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 23:00:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Keanggunan yang Menipu</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/04/04/keanggunan-yang-menipu/</link>
		<comments>http://aktual.wordpress.com/2007/04/04/keanggunan-yang-menipu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 22:24:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Delta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/04/04/keanggunan-yang-menipu/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Seperti mataku, mulutku terbelalak. Seperti mulutku, mataku ternganga. Menjelajah. Menangkap-nangkap. Bundar mata itu, merah bibir itu, baris alis itu, rona pipi itu. Entah milik siapa. Aku tak mengenal namanya, apalagi jati dirinya. Desir anginlah yang bergembira, dapat mengurai pendar kilau rambutnya, bisa menyingkap helai kain di betisnya, bisa menyelinap di sela-sela antara dagu dan sembulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><a href="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/sas.jpg" title="sas.jpg"></a><a href="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/terbelalak.png" title="menipu"></a><a href="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/menipu.jpg" title="menipu"><img width="190" src="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/menipu.thumbnail.jpg?w=190&h=122" alt="menipu" height="122" style="width:190px;height:122px;" /></a> </p>
<p>Seperti mataku, mulutku terbelalak. Seperti mulutku, mataku ternganga. Menjelajah. Menangkap-nangkap. Bundar mata itu, merah bibir itu, baris alis itu, rona pipi itu. Entah milik siapa. Aku tak mengenal namanya, apalagi jati dirinya. Desir anginlah yang bergembira, dapat mengurai pendar kilau rambutnya, bisa menyingkap helai kain di betisnya, bisa menyelinap di sela-sela antara dagu dan sembulan montok di dadanya. Bertiup dan bertiup lagi. Begitu pula  cahaya emas dari ufuk barat yang terkoyak ranting pohon angsana. Dapat mengelus kulitnya, singgah di kedalaman telaga bening mripatnya. Terpantul ke belalak mataku.</p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<p>Ada yang tak mau kalah. Lempengan batu cadas itu memangku tubuhnya yang terbungkus kain pelekat yang melekat dari betis hingga ke dada, menyekat sela-sela ketiaknya. Entah sejak kapan. Air yang mengalir di bawah batu itu pasti bisa menceritakannya, selain berkisah tentang kelembutan kulit kaki hingga separuh betis yang digenanginya.</p>
<p>Adakah dia mengenalku? Mengapa dia membiarkan begitu saja kelopak mataku mengulum ranum wajahnya? Bertubi-tubi. Membiarkan aku terpatung di depannya, membiarkan tumbukan mataku mamahat sekujur tubuhnya.</p>
<p> “Oh nona, siapakah engkau?”<br />
“Kepada siapakah engkau hendak memajang keindahanmu di tepi kali kecil yang damai ini?”<br />
“Adakah engkau tahu tangkai pohon-pohon yang berjajar memagari sungai ini berjuntai berjuluran berebutan tuk menyaksikan keelokanmu?”<br />
Adakah engkau tahu semburat lembayung di atas rambutmu itu enggan terusir malam karenamu?”<br />
“Ataukah tatapan kerikil-kerikil yang menikari sungai itu yang membuatmu betah mematung di atas batu?”</p>
<p>Wajah jelita itu hanya tersenyum. Menggali lesung di pipinya. Aku pun puas. Aku kian mendekat. Mendongak. Tarikan bibirnya lebih indah dari sederet kata mutiara. Lesung di pipinya lebih elok dari untaian kata asmara. Aku menjelajahi peta di wajahnya. Ketemukan mata air-mata air di permukaan dahinya. Ada yang seperti kristal. Ada yang mengalir bening sebelum terserap barisan bulu hitam di atas matanya. Oh, dia kecapaian. Ada setumpuk kain basah dalam keranjang bambu di sampingnya. Ujung-ujungnya terjulur bagaikan lidah ular piton. Dia pasti hanya seorang gadis dusun yang tidak menghuni rumah yang dijalari pipa air ledeng.</p>
<p>Hai nona jelita, adakah suasana lain yang terekam dalam benakmu selain desa?”<br />
Pernahkah engkau mendengar kebisingan yang tak serupa dengan kokok ayam, lolong srigala, dengkus lembu, ringkik kuda, dan pekik rajawali?”<br />
“Tahukah engkau tentang otak srigala berbentuk makhluk-makhluk sebangsamu yang melahirkan desing nyaring diantara jejalan hiruk pikuk belantara kota.”<br />
“Bisakah engkau berkisah selain tentang gemirincing air, krik-krik serangga malam, dengut angsa, kicau unggas, gemeretup kayu bakar, bentakan halilintar, derit bambu, dan kesiur bayu?”<br />
“Kalau engkau pernah mendengarnya, lantas mengapa engkau memasung diri di dalam rerumpunan desa.”</p>
<p>Jelita  itu hanya tersenyum. Lebih indah dari seribu kisah. Lebih bermakna dari seribu kata. Senyumnya adalah nuansa makna. Tentang kesahayaan bunga desa yang tak sadar arti keelokannya di tengah peradaban manusia. Peradaban yang menyuguhkan pundi-pundi kenikmatan. Peradaban yang memanjakan kehidupan. Peradaban yang melumat kebersahayaan, menyemburkan keserakahan, mengepulkan keangkuhan, dan memuntahkan kesombongan.</p>
<p>Gadis jelita itu pasti tak bisa berceramah, berkisah, atau memaki semua itu. Akulah yang bisa, tapi aku tidak mau. Agar otaknya tetap tergolek seperti boneka Barbie yang tak pernah tahu artinya cermin, apalagi kosmetika. Cukuplah kekagumannya kepada keindahan bunga mawar, keharuman melati, dan kemerduan kokok ayam jantan menjelang semburat fajar, bukan kristal Cekoslvakia, bukan parfum Paris, dan bukan pula musik orkestra.</p>
<p>Dia masih tersenyum, walau tak mengenalku. Mungkin karena aku juga selalu tersenyum. Dia tidak mungkin dapat menyadap kasak-kusuk jiwa orang kota sepertiku. Tapi aku tak akan berniat buruk. Aku hanya terpesona pada keindahan. Aku ingin berbuat sesuatu yang indah untuk setiap estetika. Ingin kuraih tangannya untuk kuselipkan jari-jariku di sela-sela lentiknya jemarinya yang basah. Maka kujejakkan dua langkahku ke depan. Tepat di depannya. Maka semakin kutangkap nuansa keindahan di wajahnya. Kali ini aku tak ingin meraih tangannya. Karena sebelum itu aku ingin mengusap butir-butir kristal di dahinya, membelai hitam rambutnya, seperti sepoi-sepoi angin yang menemaninya sejak tadi.<br />
 Maka kuangkat tanganku.</p>
<p>“Hei!” Tiba-tiba suara setengah nyaring menggedor kendang telingaku, menghentikan perjalanan tanganku di pertengahan gerak, bersamaan dengan lengos wajahku ke arah samping. Oh my God, ada lelaki tegap berpakaian seragam. Membawa pentungan. Mati aku.</p>
<p>“Maaf, jangan disentuh, pak!” Seru lelaki muda itu. Aku lega karena nadanya tidak kasar.</p>
<p>Aku termangu sejenak sambil menyalakan rokok lalu meninggalkan satpam penjaga galeri lukisan itu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aktual.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aktual.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aktual.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aktual.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aktual.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aktual.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aktual.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aktual.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aktual.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aktual.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aktual.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aktual.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aktual.wordpress.com&blog=721835&post=35&subd=aktual&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aktual.wordpress.com/2007/04/04/keanggunan-yang-menipu/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aktual-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aktual</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/menipu.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">menipu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku di antara Zagros dan Elburz</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/04/03/aku-diantara-zagros-dan-elburz/</link>
		<comments>http://aktual.wordpress.com/2007/04/03/aku-diantara-zagros-dan-elburz/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2007 20:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/04/03/aku-diantara-zagros-dan-elburz/</guid>
		<description><![CDATA[
Selagi masih kacung
Di sekitar oase jejakku menahun
Meredam panas mendulang salju
Di selatanku Zagros menutup Teluk Petro
Di utaraku Elburz menghalang Danau Makro
Bukan hijau zamrud yang kupulung
Bukan pula kilau sutra yang kupintal
Bukan pula keelokan dara-dara Arya yang kucelinguk
Aku datang hanya untuk mendongak
Menonton orang-orang berjenggot panjang
Berkomat-kamit
Yang sering tak kupahami maknanya
Di depan anak cucu Zaratustra itu silaku terpahat
Mendengar mantra-mantra kependetaan
Sambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><a href="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/zagros1.png" title="zagros"><img width="193" src="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/zagros1.thumbnail.png?w=193&h=147" alt="zagros" height="147" /></a></p>
<p align="center">Selagi masih kacung<br />
Di sekitar oase jejakku menahun<br />
Meredam panas mendulang salju</p>
<p align="center">Di selatanku Zagros menutup Teluk Petro<br />
Di utaraku Elburz menghalang Danau Makro</p>
<p align="center">Bukan hijau zamrud yang kupulung<br />
Bukan pula kilau sutra yang kupintal<br />
Bukan pula keelokan dara-dara Arya yang kucelinguk</p>
<p align="center">Aku datang hanya untuk mendongak<br />
Menonton orang-orang berjenggot panjang<br />
Berkomat-kamit<br />
Yang sering tak kupahami maknanya</p>
<p align="center">Di depan anak cucu Zaratustra itu silaku terpahat<br />
Mendengar mantra-mantra kependetaan<br />
Sambil sesekali mendengkur</p>
<p align="center">Tapi apa jadinya&#8230;<br />
Ragaku terpental, sukmaku terjungkal<br />
Jubah-jubah itu sontak lenyap<br />
Entah apa dan siapa yang keparat?<br />
Menyalahkan nasib?</p>
<p align="center">Ubun-ubunku terantuk persimpangan jalan<br />
Menabrak bayang-bayang Gedung Putih<br />
Membentur Dinding Ratapan<br />
Mencium amis bumi Zion<br />
Mengendus anyir negeri Seribu Satu Malam<br />
Menohok kepala-kepala ber-igal<br />
Menonjok hidung bangsa matahari terbenam<br />
Melarut peredaran siang dan malam<br />
Menderet gelombang kebisingan<br />
Dari pesisir Pasifik hingga Atlantik</p>
<p align="center">Dan astaghfirullah!!<br />
Dungu memanjakanku<br />
Sampai jenggotku berjulur bersembulan<br />
Dan aku tak tau deretan akhir detikku<br />
Tuk ketuk pintu tempat aku pulang<br />
Aku gentayangan tersesat….</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aktual.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aktual.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aktual.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aktual.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aktual.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aktual.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aktual.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aktual.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aktual.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aktual.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aktual.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aktual.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aktual.wordpress.com&blog=721835&post=33&subd=aktual&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aktual.wordpress.com/2007/04/03/aku-diantara-zagros-dan-elburz/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aktual-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aktual</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aktual.files.wordpress.com/2007/04/zagros1.thumbnail.png" medium="image">
			<media:title type="html">zagros</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Padamu Negeri</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/03/01/30/</link>
		<comments>http://aktual.wordpress.com/2007/03/01/30/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 23:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/03/01/30/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

Padamu negeri 
Dari rantau aku menyapamu lagi
Apa kabar hari ini
Engkau bilang masih seperti kemarin hari
&#160;
Padamu negeri
Dari rantau aku bertanya kembali
Tentang bagaimana esok pagi
Engkau pastikan seperti hari ini
&#160;
Padamu negeri
Aku kapok tak ingin bertanya lagi
Kalau jawabannya selalu begini
Sampai hari kiamat nanti
&#160;
Padamu negeri
Mana mungkin aku bisa berjanji
Akan segera kembali membawa nyali
Jika semuanya sudah tak berhati
&#160;
Padamu negeri
Apalah gunanya memekikkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><a href="http://aktual.files.wordpress.com/2007/03/padamu.png" title="Padamu Negeri"><img src="http://aktual.files.wordpress.com/2007/03/padamu.thumbnail.png?w=177&h=130" alt="Padamu Negeri" height="130" width="177" /></a></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong>Padamu negeri </strong><br />
Dari rantau aku menyapamu lagi<br />
Apa kabar hari ini<br />
Engkau bilang masih seperti kemarin hari</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Dari rantau aku bertanya kembali<br />
Tentang bagaimana esok pagi<br />
Engkau pastikan seperti hari ini</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Aku kapok tak ingin bertanya lagi<br />
Kalau jawabannya selalu begini<br />
Sampai hari kiamat nanti</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Mana mungkin aku bisa berjanji<br />
Akan segera kembali membawa nyali<br />
Jika semuanya sudah tak berhati</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Apalah gunanya memekikkan reformasi<br />
Jika etika masih dirobohkan ambisi<br />
Sehingga seantero negeri jadi taman safari</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Apalah artinya menggulingkan rezim yang kau maki<br />
Jika yang baru ternyata hanya ambil posisi<br />
Menumpuk harta atas nama ibu pertiwi</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Mana mungkin engkau tak kelihatan ngeri<br />
Bajingan terminal dikeroyok sampai mati<br />
Bajingan nasional dikembang-biakkan bagai merpati</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"> Mana mungkin wajahmu nampak ramah berseri<br />
Jika demi sepiring nasi, si kurcaci harus bertarung melawan polisi<br />
Sedangkan demi BMW, si drakula tinggal kenakan baju safari</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Mana mungkin orang kecil tak kan iri<br />
Melihat pejabat dan politisi hamburkan uang di luar negeri<br />
Sedang nelayan, buruh, dan petani makan satu dua kali sehari</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center">Padamu negeri<br />
Aku kapok tak ingin menyapamu lagi<br />
Kalau jawabannya selalu begini<br />
Sampai hari kiamat nanti</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aktual.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aktual.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aktual.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aktual.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aktual.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aktual.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aktual.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aktual.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aktual.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aktual.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aktual.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aktual.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aktual.wordpress.com&blog=721835&post=30&subd=aktual&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aktual.wordpress.com/2007/03/01/30/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aktual-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aktual</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aktual.files.wordpress.com/2007/03/padamu.thumbnail.png" medium="image">
			<media:title type="html">Padamu Negeri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku, Kamu dan Mereka Sama Saja</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/16/aku-kamu-dan-mereka-sama-saja/</link>
		<comments>http://aktual.wordpress.com/2007/02/16/aku-kamu-dan-mereka-sama-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2007 04:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/16/aku-kamu-dan-mereka-sama-saja/</guid>
		<description><![CDATA[
Aku juga seperti kamu…
Muak menyaksikan keanggunan ibu pertiwi
Diperkosa anak-anaknya sendiri
Di balik jubah kepahlawanan sejati
Aku juga seperti kamu…
Geram menatap putera-putera mahkota bangsa
Menantang gas air mata ketika berstatus mahasiswa
Mencekik rakyat jelata ketika sudah bertahta
Aku juga seperti kamu…
Dongkol menonton orang-orang pintar di dalam gardu
Teriak keadilan di depan orang-orang lugu
Kemudian berbisik kekuasaan antar rekan sekubu
Aku juga seperti kamu……
Jengkel menyaksikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><a href="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/sama.png" title="sama saja"><img width="184" src="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/sama.thumbnail.png?w=184&h=142" alt="sama saja" height="142" /></a></p>
<p align="center"><strong>Aku juga seperti kamu…</strong><br />
Muak menyaksikan keanggunan ibu pertiwi<br />
Diperkosa anak-anaknya sendiri<br />
Di balik jubah kepahlawanan sejati</p>
<p align="center">Aku juga seperti kamu…<br />
Geram menatap putera-putera mahkota bangsa<br />
Menantang gas air mata ketika berstatus mahasiswa<br />
Mencekik rakyat jelata ketika sudah bertahta</p>
<p align="center">Aku juga seperti kamu…<br />
Dongkol menonton orang-orang pintar di dalam gardu<br />
Teriak keadilan di depan orang-orang lugu<br />
Kemudian berbisik kekuasaan antar rekan sekubu</p>
<p align="center">Aku juga seperti kamu……<br />
Jengkel menyaksikan penjahat bisa menjadi aparat<br />
Tersangka bisa menjadi jaksa<br />
Penzalim bisa menjadi hakim</p>
<p align="center">Tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Aku juga seperti kamu<br />
Muak bukan karena kita bertakwa<br />
Melainkan karena mereka bukan kita<br />
Mereka hanyalah saudara sebangsa</p>
<p align="center">Dan aku juga seperti kamu&#8230;.<br />
Geram bukan karena mereka srigala<br />
Melainkan karena kita bukan buaya<br />
Kita hanya sekedar kecoa</p>
<p align="center">Kita dengan mereka ternyata sama saja<br />
Sama-sama ingin berpesta api neraka<br />
Tapi mereka sudah berebut tempat di sana<br />
Kita tidak ikut karena kita tak berdaya</p>
<p align="center">Oh Tuhan, kasihanilah kecoa&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aktual.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aktual.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aktual.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aktual.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aktual.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aktual.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aktual.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aktual.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aktual.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aktual.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aktual.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aktual.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aktual.wordpress.com&blog=721835&post=27&subd=aktual&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aktual.wordpress.com/2007/02/16/aku-kamu-dan-mereka-sama-saja/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aktual-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aktual</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/sama.thumbnail.png" medium="image">
			<media:title type="html">sama saja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehidupan dalam Keranda</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/14/kehidupan-dalam-keranda/</link>
		<comments>http://aktual.wordpress.com/2007/02/14/kehidupan-dalam-keranda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2007 13:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/14/kehidupan-dalam-keranda/</guid>
		<description><![CDATA[ 
 Ribuan burung gagak menyalak menutup awan
 Tandai kehidupan telah menjadi keranda
 Mayat-mayat hidup bergentayangan
 Mencari mangsa dan menjadi mangsa
 
 Modernitas adalah liat lahatnya
 Sains dan teknologi adalah kerandanya
 Di tengah belantara onak &#8216;kebudayaan massa &#8216;
 Sejak paruh kedua milennium sejarah manusia
 
 Ketika ia mulai menfirman sucikan matematika
 Menongkatkan panca indera
 Merambukan garis, rumus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"> <a href="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/keranda1.png" title="keranda"><img src="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/keranda1.thumbnail.png?w=209&h=176" alt="keranda" height="176" width="209" /></a></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;"><strong>Ribuan burung gagak menyalak menutup awan</strong></span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Tandai kehidupan telah menjadi keranda</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Mayat-mayat hidup bergentayangan</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Mencari mangsa dan menjadi mangsa</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Modernitas adalah liat lahatnya</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Sains dan teknologi adalah kerandanya</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Di tengah belantara onak &#8216;kebudayaan massa &#8216;</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Sejak paruh kedua milennium sejarah manusia</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Ketika ia mulai menfirman sucikan matematika</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Menongkatkan panca indera</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Merambukan garis, rumus, dan angka-angka</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Menggeleparkan ruhnya ke dalam botol-botol kaca</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Kemudian menuhankan onggokan tubuhnya</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Kemudian mendrakulakan Tuhan-nya</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Maka sekaratlah ia</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Maka matilah ia</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Maka bangkailah ia</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Terkoyak gelegar teori evolusi</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Tercincang gemuruh industri</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Hai&#8230;&#8230;.!</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Mengapa tak kau tutup hidungmu</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Mengapa tak kau semburkan ludahmu</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Sudah bangkaihkah kamu</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Bukankah ada bau busuk mengganggu;</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Materialisme</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Kolonialisme</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Kapitalisme</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Globalisme</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Hedonisme</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Konsumerisme</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Dan&#8230;&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Aduhaisme?</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Ribuan burung gagak menyalak</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Tandai alam raya telah jadi cermin retak</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Sukma terlihat nafsu belaka</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Akal terlihat rongsokan tanpa makna</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Banyak-sedikit, besar-kecil, untung-rugi</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Dirajut sebagai norma insani</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Benar-salah, indah-jelek, baik-keji</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Digembok dalam peti mati</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Maka persaingan adalah niscaya</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Yang lemah dikalahkan yang perkasa</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Yang kurcaci diinjak yang raksasa</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Yang kelinci diisap yang drakula</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">Dalam keranda&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:center;margin-top:0;margin-bottom:0;" align="center"> <span style="color:black;">HIDUP MANUSIA !!!!</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aktual.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aktual.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aktual.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aktual.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aktual.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aktual.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aktual.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aktual.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aktual.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aktual.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aktual.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aktual.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aktual.wordpress.com&blog=721835&post=22&subd=aktual&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aktual.wordpress.com/2007/02/14/kehidupan-dalam-keranda/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aktual-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aktual</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/keranda1.thumbnail.png" medium="image">
			<media:title type="html">keranda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BADUTISASI</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/</link>
		<comments>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 12:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Delta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/</guid>
		<description><![CDATA[Hanya lantaran sekian lama terperangah oleh pesatnya minat para netter untuk terjun ke rimba maya dan mungkin karena bosan untuk terus-terusan menjadi penonton, maka dari bumi tercinta Indonesia tapi sudah carut marut ini, sayapun terpancing untuk ikut antri berjejal di tengah kerumunan masyarakat maya yang datang dari berbagai negara.  
Di tengah keramaian masyarakat maya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hanya lantaran sekian lama terperangah oleh pesatnya minat para netter untuk terjun ke rimba maya dan mungkin karena bosan untuk terus-terusan menjadi penonton, maka dari bumi tercinta Indonesia tapi sudah carut marut ini, sayapun terpancing untuk ikut antri berjejal di tengah kerumunan masyarakat maya yang datang dari berbagai negara.  </p>
<p>Di tengah keramaian masyarakat maya (cyber community) yang luas tak bertepi  bagai masyarakat padang Mahsyar di hari kiamat nanti, menampilkan blogsite pribadi adalah satu pekerjaan yang nyaris tanpa beban. Sebagai blogsite pribadi apalagi dengan domain gratis, visi atau pun misi bukanlah satu tantangan berat dalam menampilkan sebuah situs. Alih-alih mau menampilkan visi, dari bannernya saja sudah ketahuan kalau blog yang tampil bak jamur di musim hujan ini hanya sekedar untuk (tanpa malu-malu) &#8216;aktualisasi diri&#8217; alias &#8216;bergenit ria&#8217; atau bahkan &#8216;pembadutan&#8217; umum  di dunia maya. Memang membadut di muka umum rasanya tidak etis, walaupun mereka yang duduk manis di Gedung Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat sejatinya adalah para badut dan preman, toh perbadutan mereka dikemas dan di racik dengan cermat seolah-oleh mereka tidak sedang berbadut ria. Walau demikian, asumsi ini bukan berarti menampik beban secara total, sebab agar blog ini tidak sepi dan ompong sama sekali, maka saya yang berkencan dengan komputer baru sejak 1998 ini sedikit terbebani oleh sebentuk keharusan untuk menyajikan data-data yang lebih dari sekedar urusan profil pribadi. Apa itu?    </p>
<p>Jawabannya mungkin menarik yaitu, sekelumit pengalaman dan kesanku berkenalan dengan pribadi-pribadi badut yang duduk manis di DPR [Dewan Pemakan Rakyat] dan MPR [Majelis Penikam Rakyat] di Negeriku sendiri Indonesia alias Nusantara.<br />
Anda mungkin tahu, mereka yang duduk manis sambil ngisep cerutu di tahta sakral itu bukan hanya sekedar badut akan tetapi lebih dari itu, mereka adalah preman-preman dan drakula penghisap darah yang lebih mementingkan perut pribadi ketimbang perut rakyat. </p>
<p>Indonesia adalah satu negeri yang konon tempat lahirnya sebuah peradaban di dunia, tetapi juga tempat lahir dan besarnya para pendekar penghisap darah dan hati rakyat yang mengukir prestasi besar di rimba kebejatan, kemesuman dan kebinalan. Dan Indonesia bukanlah harga NOL. Atas dasar ini,  agaknya tidak berlebihan jika Indonesia yang kini berlebel sebagai Negerinya para KORUPTOR, PREMAN BERDASI, GALI BER-IGAL,  ini layak diteropong, diamati dan diobati walaupun dengan sekedar &#8216;obrolan ringan&#8217; dalam menu ‘ Coretan’ dan ‘ Serba Serbi’. </p>
<p>Kecuali itu, ada pula menu Wisata yang berisikan gambar kesejatian Holocoust. Sedangkan menu Artikel adalah catatan yang mencoba menghidangkan secercah pencerahan pemikiran spiritual yang saya sadur dari beberapa buku. </p>
<p>Selebihnya, sebagian besar adalah menu-menu dan icon berkaitan dengan pribadi sebagaimana yang lazim diterakan dalam personal site dalam mengajak kenalan para netter sekaligus tanpa malu-malu aktualiasi diri. Dalam hal ini, silahkan singgah di Tentang Kami. Dalam menu Link, anda yang ingin mengetahui aktivitas organisasi pelajar Indonesia di kota Qum, Republik Islam Iran, silahkan tekan <a href="http://www.islamalternatif.com">Islam Alternatif</a>.  </p>
<p>Semoga berkenan di hati Anda. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aktual.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aktual.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aktual.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aktual.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aktual.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aktual.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aktual.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aktual.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aktual.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aktual.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aktual.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aktual.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aktual.wordpress.com&blog=721835&post=10&subd=aktual&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aktual-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aktual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si Cerdik mr &#8221; Ical&#8221;</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/11/si-bangsat-mr-ical/</link>
		<comments>http://aktual.wordpress.com/2007/02/11/si-bangsat-mr-ical/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Feb 2007 22:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kenduri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/11/si-bangsat-mr-ical/</guid>
		<description><![CDATA[Inilah bentuk asli watak bangsa kita yang duduk, nangkring di kursi empuk istana sambil ngisap cerutu.  Peduli amat dengan kemelaratan&#8230;peduli amat dengan kemiskinan&#8230; peduli amat dengan banjir.. peduli amat dengan LUMPUR PORONG&#8230;yang protes gue&#8230;.. itukan sampah..!!. Ical&#8230;.. si Cerdik nan licik yang jadi menteri itu sama sekali nggak tahu kalau saat ini rakyatnya lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Inilah bentuk asli watak bangsa kita yang duduk, nangkring di kursi empuk istana sambil ngisap cerutu. <a rel="attachment wp-att-8" href="http://aktual.wordpress.com/2007/02/11/si-bangsat-mr-ical/ical/" title="ical"><img src="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/ical.thumbnail.jpg" alt="ical" /></a> Peduli amat dengan kemelaratan&#8230;peduli amat dengan kemiskinan&#8230; peduli amat dengan banjir.. peduli amat dengan LUMPUR PORONG&#8230;yang protes gue&#8230;.. itukan sampah..!!. Ical&#8230;.. si Cerdik nan licik yang jadi menteri itu sama sekali nggak tahu kalau saat ini rakyatnya lagi menderita. apa <a target="_blank" href="http://blog.tempointeraktif.com/?p=22" title="Karena Ical tak Pernah Miskin">Karena Ical tak Pernah Miskin</a>. Naif memang orang macam ical ini kok bisa-bisanya jadi menteri. Dasar ..!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aktual.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aktual.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aktual.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aktual.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aktual.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aktual.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aktual.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aktual.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aktual.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aktual.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aktual.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aktual.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aktual.wordpress.com&blog=721835&post=7&subd=aktual&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aktual.wordpress.com/2007/02/11/si-bangsat-mr-ical/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aktual-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aktual</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aktual.files.wordpress.com/2007/02/ical.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ical</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>