Aku juga seperti kamu…
Muak menyaksikan keanggunan ibu pertiwi
Diperkosa anak-anaknya sendiri
Di balik jubah kepahlawanan sejati
Aku juga seperti kamu…
Geram menatap putera-putera mahkota bangsa
Menantang gas air mata ketika berstatus mahasiswa
Mencekik rakyat jelata ketika sudah bertahta
Aku juga seperti kamu…
Dongkol menonton orang-orang pintar di dalam gardu
Teriak keadilan di depan orang-orang lugu
Kemudian berbisik kekuasaan antar rekan sekubu
Aku juga seperti kamu……
Jengkel menyaksikan penjahat bisa menjadi aparat
Tersangka bisa menjadi jaksa
Penzalim bisa menjadi hakim
Tapi…………
Aku juga seperti kamu
Muak bukan karena kita bertakwa
Melainkan karena mereka bukan kita
Mereka hanyalah saudara sebangsa
Dan aku juga seperti kamu….
Geram bukan karena mereka srigala
Melainkan karena kita bukan buaya
Kita hanya sekedar kecoa
Kita dengan mereka ternyata sama saja
Sama-sama ingin berpesta api neraka
Tapi mereka sudah berebut tempat di sana
Kita tidak ikut karena kita tak berdaya
Oh Tuhan, kasihanilah kecoa….

Februari 22, 2007 pukul 2:24 am
tiada kata lain buat saudara-saudara kita yang sebangsa itu kecuali “bangsat!”
salam kenal, blogwalking
Maret 1, 2007 pukul 11:27 pm
YUP…. tiada kata yang pas buat mereka kecuali DRAKULA.
salam kenal juga Bang Peyek…
maaf lama jawabnya soalnya lagi sibuk banget neh.
September 8, 2007 pukul 2:20 pm
Kawan…!
Kebencian bukanlah cara, bukan jalan, bukan pula jawaban
Ia adalah ‘jembatan sesat’ untuk menghantar kita mendapatkan cara, jalan, dan jawaban menjadi manusia ‘bangsat’ dan ‘DRAKULA’
Teriring salam kenal buat Peyek dan Aktual
Tulisanmu, sungguh luar biasa. Membuatku malu tuk berkaca.
Regards
~FW~