<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: BADUTISASI</title>
	<atom:link href="http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/</link>
	<description>Surga Bagi Preman Berdasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Dec 2008 21:06:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Ahmad Dzikir</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-12</link>
		<dc:creator>Ahmad Dzikir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Feb 2007 03:48:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-12</guid>
		<description>hehehe..emang membadut di tengah trotoar adalah satu pemandangan yang sangat tidak sedap meskipun bapak bapak terhormat kita sering dan bahkan tlah menjadi budaya dan tanpa malu malu lagi atas nama rakyat membadut di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Bagi bapak bapak terhormat itu, rasa malu memang seharusnya sudah tidak ada lagi, sebab di sekeliling mereka semuanya adalah para badut. Sementara masyarakat penonton masih sangat suka dengan badutan. Akan tetapi ada perbadaan mencolok antara membadut di Gedung terhormat itu dengan membadut di tengah keramaian masyarakat maya. Sebab yang satu ini relatif masih bisa menyembunyikan &quot;Kesintingan diri&quot;. Kalau toh ditertawakan yang tertawapun tak nampak didepan mata sang badut. Apalagi yang ngakak itu ternyata juga tak kalah norak dan badutnya. he he he...

peace.... peace... sesama badut kok... hhehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe..emang membadut di tengah trotoar adalah satu pemandangan yang sangat tidak sedap meskipun bapak bapak terhormat kita sering dan bahkan tlah menjadi budaya dan tanpa malu malu lagi atas nama rakyat membadut di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Bagi bapak bapak terhormat itu, rasa malu memang seharusnya sudah tidak ada lagi, sebab di sekeliling mereka semuanya adalah para badut. Sementara masyarakat penonton masih sangat suka dengan badutan. Akan tetapi ada perbadaan mencolok antara membadut di Gedung terhormat itu dengan membadut di tengah keramaian masyarakat maya. Sebab yang satu ini relatif masih bisa menyembunyikan &#8220;Kesintingan diri&#8221;. Kalau toh ditertawakan yang tertawapun tak nampak didepan mata sang badut. Apalagi yang ngakak itu ternyata juga tak kalah norak dan badutnya. he he he&#8230;</p>
<p>peace&#8230;. peace&#8230; sesama badut kok&#8230; hhehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: salafyindonesia</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-9</link>
		<dc:creator>salafyindonesia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Feb 2007 20:14:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-9</guid>
		<description>Opo cak...?! Sesama badut dilarang saling mendahului donk...!!! Cuman rajanya badut itu yang harus segera ditangkep biar gak membaduti dan membadutkan orang lain!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Opo cak&#8230;?! Sesama badut dilarang saling mendahului donk&#8230;!!! Cuman rajanya badut itu yang harus segera ditangkep biar gak membaduti dan membadutkan orang lain!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aktual</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-6</link>
		<dc:creator>aktual</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2007 14:31:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-6</guid>
		<description># ressay. Salam kenal juga kang.
# Luthfi. Republik Preman bro....

Makasih dah kunjungi daku.. hehehhe 
Salam kenal semua</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># ressay. Salam kenal juga kang.<br />
# Luthfi. Republik Preman bro&#8230;.</p>
<p>Makasih dah kunjungi daku.. hehehhe<br />
Salam kenal semua</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Luthfi</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-5</link>
		<dc:creator>Luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2007 10:26:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-5</guid>
		<description>Horeyyyyyyyy
apa ini republik mimpi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horeyyyyyyyy<br />
apa ini republik mimpi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ressay</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-4</link>
		<dc:creator>ressay</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Feb 2007 17:59:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-4</guid>
		<description>lam kenal dari saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lam kenal dari saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aktual</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-3</link>
		<dc:creator>Aktual</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 14:37:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-3</guid>
		<description>Heheh.. iya neh.
emang semunya dagelan bro.. pusing-pusing...!!
Gini bro... satu kelemahan bangsa kita menurut saya adalah kurangnya jiwa nasionalisme dan militansi. karena rasa nasionalisme tidak tumbuh maka, yang ada adalah kurang cinta terhadapa tanah air.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Heheh.. iya neh.<br />
emang semunya dagelan bro.. pusing-pusing&#8230;!!<br />
Gini bro&#8230; satu kelemahan bangsa kita menurut saya adalah kurangnya jiwa nasionalisme dan militansi. karena rasa nasionalisme tidak tumbuh maka, yang ada adalah kurang cinta terhadapa tanah air.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dhitos</title>
		<link>http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-2</link>
		<dc:creator>dhitos</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 13:53:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aktual.wordpress.com/2007/02/12/badutisasi/#comment-2</guid>
		<description>baru tahu tho,.. ini kan negara dagelan. lihat aja di TV semua kan serba guyonan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru tahu tho,.. ini kan negara dagelan. lihat aja di TV semua kan serba guyonan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
